Lomba Blog Pegipegi, Bawa Aku Ke Savana Timur Jawa!

Jika berkunjung ke kebun binatang menjadi kegiatan yang sudah terlalu mainstream, maka pilihan untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran akan menjadi salah satu kegiatan yang benar-benar anti mainstream. Pasalnya, di kawasan taman nasional yang terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur ini, pengunjung dapat melihat aneka satwa liar di alam terbuka, bukan di balik jeruji kandang. Selain itu, Taman Nasional Baluran juga merupakan perwakilan ekosistem hutan kering di Pulau Jawa, yang terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahunnya.

Kekayaan flora dan fauna di satu tempat: waaaaaahhh!!!

Setelah saya sempat menjabarkan sedikit tentang potensi pariwisata Indonesia yang akan berkembang oleh adanya situs-situs ekowisata di tulisan pada blog ini, maka tidak heran jika saya menaruh perhatian pada Taman Nasional Baluran yang kiranya dapat menjadi salah satu tujuan ekowisata yang menarik, selain dari pada Taman Nasional Lorentz yang sudah sempat saya bahas di tulisan sebelumnya. Berbeda dengan Taman Nasional Lorentz yang berada di Papua, Taman Nasional Baluran justru lebih dekat karena ada di pulau Jawa. Jadi, seandainya saya belum berkesempatan ke Taman Nasional Lorentz, mana tau saya bisa terlebih dahulu berkunjung ke Taman Nasional Baluran ini. Amin!

Baluran (1)
Sumber
Baluran (2) TNB
Sumber

Kombinasi dari ekosistem laut hingga pegunungan, savana, dan kekayaan flora dan fauna (444 jenis tumbuhan, 26 jenis mamalia, 155 jenis burung langka) yang dimiliki oleh Taman Nasional Baluran setidaknya telah berhasil menjadi alasan terkuat mengapa saya ingin sekali pergi ke sana. Menurut sumber ini, di Taman Nasional Baluran juga terdapat berbagai daerah yang sering dikunjungi wisatawan dan masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Evergreen Forest, Bekol, Bama, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean, dan Candi Bang. Nggak heran kalau saya jadi tergiur karenanya. Banyak banget loh yang bisa dikunjungi di sana! Woohoo!

Pada salah satu artikel di Kompas yang saya jadikan referensi, diungkapkan bahwa akses menuju Taman Nasional Baluran ini tidaklah mahal dan mampu membuat pengunjung serasa seperti di Afrika dengan padang savananya. Di samping itu, bagi pemuja pemandangan pantai, kiranya kita juga disuguhkan Pantai Bama yang indah dan cantik. Pantai Bama merupakan salah satu spot menarik bagi pengunjung untuk melihat sunrise. Sekitar sini juga merupakan kawasan konservasi karena ada banyak pohon mangrove. Saudara primata kita juga banyak, siapa lagi kalau bukan monyet liar. Haha, seru banget pastinya melihat monyet-monyet itu dari dekat. Tapi, tetap, harus hati-hati. Oke sip. Berkeliling Taman Nasional dengan menggunakan perahu di Pantai Bama juga bukan pilihan yang buruk. Pengunjung dapat menghampiri spot snorkeling yang cukup bagus (sumber).

Baluran Detik
Sumber
Baluran Detik (1)
Sumber

Berkaitan dengan alam, saya berpendapat bahwa hubungan pribadi kita masing-masing dengan alam memang harus dirajut dengan mesra. Dengan segala tumbuhan yang mengakar di tanah pertiwi, dengan segala satwa yang hidup di alam Indonesia, dengan semesta yang mempesona, dan tentunya juga dengan manusia yang merupakan ciptaan (yang katanya) paling mulia. Ketika nantinya saya berkesempatan berkunjung ke Taman Nasional Baluran, saya ingin menjumpai masyarakat yang ada di sekitar Taman Nasional Baluran. Masyarakat yang saya ketahui terbagi ke dalam dua desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Baluran, Desa Wonorejo dan Desa Sumberanyar (sumber). Profesi mereka bermacam-macam, ada yang menjadi petani, buruh tani, peternak, pedagang, sampai ada yang menjadi pegawai negeri dan juga berwiraswasta. Pasti akan menjadi pengalaman yang menyenangkan bisa bercengkerama dengan mereka. Syukur-syukur, saya juga bisa membagikan apa yang saya bisa bagi dan berguna buat mereka. Amin (2)!

Sambil menulis ini, saya berusaha mencoba membayangkan bilamana saya bisa berkunjung di sana, membawa kamera, mengabadikan sebanyak-banyaknya foto yang bisa memori kamera saya simpan, menggali lebih dalam keindahan alam di sana, bercengkerama dengan para satwa liar dan memperkaya pengetahuan saya akan kehidupan para penduduknya. It will be really fascinating! Dan pastinya, saya tidak akan lupa untuk membagi semuanya di tulisan saya kelak. So, I really wish that @aMrazing can take me there. 

Buaran (1) TNB
Sumber

Oiya, bagi kalian yang berkesempatan ke sini, jangan lupa, waktu yang paling ideal berkunjung ke tempat ini adalah di antara bulan Maret hingga Agustus setiap tahunnya. Pada masa itu, jika beruntung kita dapat menyaksikan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli hingga Agustus. Atau melihat sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting dengan ekornya saat air laut surut.

Saya tidak begitu tahu dengan pasti apakah di sini ada fasilitas hotel atau tidak. Yang pasti, di Bekol dan atau Pantai Bama, kita dapat menemukan fasilitas penginapan (belum tentu hotel), setelah sebelumnya kita harus mengkonfirmasi kedatangan kita kepada petugas Taman Nasional Baluran. Yang paling penting, sebelum pergi ke sini, ada baiknya kita latihan bangun pagi, karena keindahan alam di sini akan mencapai titik maksimal justru pada pagi hari.

Sudah cukup tergoda untuk ke Baluran? Jika ada yang berminat, jangan lupa ajak-ajak saya ya! Tapi, saya masih berharap Pegipegi yang akan membawa saya ke sana, soalnya tiket pesawatnya kan bisa ge-ra-tis. Ihiy! Amin (3).

“I felt my lungs inflate with the onrush of scenery—air, mountains, trees, people. I thought, “This is what it is to be happy.” ― Sylvia Plath, The Bell Jar

Referensi

http://balurannationalpark.web.id/profil-taman-nasional-baluran/
http://www.indonesia.travel/id/destination/511/taman-nasional-baluran
http://travel.kompas.com/read/2014/05/19/1546431/Taman.Nasional.Baluran.Inilah.Afrikanya.Indonesia.

Advertisements

One thought on “Lomba Blog Pegipegi, Bawa Aku Ke Savana Timur Jawa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s